Ekspedisi Kirim Mobil Tebing Tinggi

Ekspedisi Kirim Mobil Tebing Tinggi

Ekspedisi Kirim Mobil Tebing Tinggi – Menurut Data Badan Informasi dan Komunikasi Sumatra Utara, Kota Tebing Tinggi merupakan salah satu pemerintahan kota dari 33 Kabupaten/Kota di Sumatra Utara. Berjarak sekitar 80 km dari Kota Medan (Ibu kota Provinsi Sumatra Utara) serta terletak pada lintas utama Sumatra yang menghubungkan Lintas Timur dan Lintas Tengah Sumatra melalui lintas diagonal pada ruas Jalan Tebing Tinggi, Pematangsiantar, Parapat, Balige dan Siborong-borong.

Ekspedisi Kirim Mobil Tebing Tinggi -
Ekspedisi Kirim Mobil Tebing Tinggi –

Ekspedisi Kirim Mobil Tebing Tinggi Ke

Ekspedisi Kirim Mobil Tebing Tinggi Ke – Aceh, Langsa, Lhokseumawe, Sabang, Subulussalam, Bali, Denpasar, Bangka Belitung, Pangkalpinang, Banten, Cilegon, Serang, Tangerang Selatan, Tangerang, Bengkulu, Gorontalo, Jakarta, Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Utara, Sungai Penuh, Jambi, Jawa Barat, Bandung, Bekasi, Bogor, Cimahi, Cirebon, Depok, Sukabumi, Tasikmalaya, Banjar, Jawa Tengah, Magelang, Pekalongan, Salatiga, Semarang, Surakarta, Tegal, Jawa Timur, Batu, Blitar, Kediri, Madiun, Malang, Mojokerto, Pasuruan, Probolinggo, Surabaya, Kalimantan Barat, Pontianak, Singkawang, Kalimantan Selatan, Banjarbaru, Banjarmasin, Kalimantan Tengah, Palangkaraya, Kalimantan Timur, Balikpapan, Bontang, Samarinda, Kalimantan Utara, Tarakan, Kepulauan Riau, Batam, Tanjungpinang, Lampung, Bandar Lampung, Metro, Maluku Utara, Ternate, Tidore Kepulauan, Maluku, Ambon, Tual, Nusa Tenggara Barat, Bima, Mataram, Nusa Tenggara Timur, Kupang, Papua Barat, Sorong, Papua, Jayapura, Riau, Dumai, Pekanbaru, Sulawesi Selatan, Makassar, Palopo, Parepare, Sulawesi Tengah, Palu, Sulawesi Tenggara, Bau-Bau, Kendari, Sulawesi Utara, Bitung, Kotamobagu, Manado, Tomohon, Sumatra Barat, Bukittinggi, Padang, Padangpanjang, Pariaman, Payakumbuh, Sawahlunto, Solok, Sumatra Selatan, Lubuklinggau, Pagaralam, Palembang, Prabumulih, Sumatra Utara, Binjai, Medan, Padang Sidempuan, Pematangsiantar, Sibolga, Tanjungbalai, Tebingtinggi, Yogyakarta,

Sejarah

Ekspedisi Kirim Mobil Tebing Tinggi – Daratan yang terhampar di sepanjang pinggiran sungai Padang dan sungai Bahilang itu mulai dihuni sebagai tempat tinggal sekitar tahun 1864. Inilah pernyataan resmi pertama yang dibuat oleh sejumlah tokoh masyarakat Kota Tebing Tinggi pada tahun 1987. Pernyataan ini terdapat dalam makalah berjudul “Kertas Kerja Mengenai Pokok-Pokok Pikiran Sekitar Hari Penetapan Berdirinya Kotamadya Daerah Tingkat II Tebing Tinggi”. Makalah ini kemudian dijadikan sebagai Perda yang menetapkan bahwa awal berdirinya Kota Tebing Tinggi adalah 1 Juli 1917.

Dalam makalah itu dipaparkan bagaimana perkembangan daerah ini pasca tahun 1864. Dimana dalam tahun berikutnya, berdasarkan penuturan lisan, seorang bangsawan dari wilayah Bandar Simalungun (sekarang masuk wilayah Pagurawan) bernama Datuk Bandar Kajum bersama pengikut setianya menyusuri sungai Padang untuk mencari hunian baru, hingga kemudian mendarat dan bermukim di sekitar aliran sungai besar itu. Pemukiman itu bernama Kampung Tanjung Marulak (sekarang Kelurahan Tanjung Marulak, Rambutan).

Sayangnya, kehidupan bangsawan dari Bandar ini tidaklah tenteram, karena dia terus saja diburu oleh tentara Kerajaan Raya. Maka, Datuk Bandar Kajum memindahkan pemukimannya ke suatu lokasi yang persis berada di bibir sungai Padang. Pemukiman itu merupakan sebuah tebing yang tinggi. Dia dan para pengikutnya mendirikan hunian di atas tebing yang tinggi itu sembari memagarinya dengan kayu yang kokoh. Pemukiman Datuk Bandar Kajum inilah yang sekarang berlokasi di Kelurahan Tebing Tinggi Lama, Padang Hilir dan kini menjadi lokasi pemakaman keturunan Datuk Bandar Kajum, kemudian yang diyakini sebagai cikal bakal nama Tebing Tinggi.

Pada masa itu, tentara dari Kerajaan Raya suatu kali kembali menyerang Kampung Tebing Tinggi untuk menangkap Datuk Bandar Kajum, tetapi karena tidak berada di tempat, Datuk Bandar Kajum yang bergelar Datuk Punggawa ini selamat. Sedangkan keluarganya, bersama pengikutnya, melarikan diri ke Perkebunan Rambutan yang saat itu dibawah kekuasaan Kolonial Belanda. Dibantu oleh Belanda, Datuk Bandar Kajum pun mengadakan serangan balasan terhadap tentara Kerajaan Raya ini. Dalam peperangan itu, ia bersama pengikutnya berhasil mengalahkan penyerang.

Setelah suasana kembali aman, untuk tetap menjaga ketentraman daerah itu, Datuk Bandar Kajum pun mengadakan perjanjian dengan Belanda. Oleh Belanda, daerah kekuasaan Datuk Bandar Kajum ini dilebur menjadi wilayah taklukan Kerajaan Deli. Penandatanganan perjanjian itu, dilakukan Datuk Bandar Kajum dan Belanda di sebuah sampan bernama “Sagur” di sekitar muara sungai Bahilang.

Adalah Datuk Idris Hood bersama Adnan Ilyas, Drs. Mulia Sianipar, Amirullah, Kasmiran, Djunjung Siregar, Mangara Sirait, Sjahnan dan O.K.Siradjoel Abidin yang membuat kertas kerja itu dan berusaha menggali sejarah berdirinya Kota Tebing Tinggi. Namun, sebagian besar tokoh ini sudah wafat, sehingga kalangan generasi muda merasa kesulitan untuk melacak akar historis daerah yang bergelar kota lemang itu. Salah satu di antara tokoh itu yang masih hidup adalah Mangara Sirait, mantan anggota DPRD Tebing Tinggi, yang kini bermukim di belakang LP Tebing Tinggi. Pertanyaan yang paling mendasar saat ini adalah, apakah nama daerah hunian dan tempat tinggal di sepanjang aliran sungai Padang dan sungai Bahilang itu sebelum nama “Tebing Tinggi” muncul dalam data sejarah?[4]

Kerajaan Padang
“Daerah itu bernama Kerajaan Padang,” tegas Amiruddin Damanik, warga Desa Kuta Baru, Tebingtinggi, Serdang Bedagai.

Jauh sebelum ada kampung Tebing Tinggi, sepanjang aliran sungai Padang dari hulu hingga hilir, daerah itu merupakan wilayah kekuasaan Kerajaan Padang.

Ekspedisi Kirim Mobil Tebing Tinggi – Kerajaan ini dulunya merupakan daerah otonom di bawah Kerajaan Deli yang berpusat di Deli Tua, jelas Amiruddin Damanik yang merupakan mantan penghulu pada masa penghujung berakhirnya kerajaan itu menjelang kemerdekaan Republik Indonesia. Pusat kerajaan ini, lanjut dia, berada di Kampung Bandar Sakti (sekarang Bandar Sakti, Bajenis, Tebing Tinggi) yang merupakan pelabuhan sungai dan menjadi pusat perdagangan Kerajaan Padang dengan kerajaan lain. “Waktu itu sungai merupakan sarana transportasi utama, jadi wajar kalau ibu kota Kerajaan Padang berada di tepian sungai Padang,” terang laki-laki yang terlihat masih memiliki ingatan kuat meski fisiknya sudah sepuh.

Pusat administrasi Kerajaan Padang berada di sebuah bangunan bergaya arsitektur Eropa yang saat ini menjadi markas Koramil 013, di Jalan K.F.Tandean. Bangunan itulah yang menjadi saksi bisu keberadaan Kerajaan Padang. Sedangkan istana raja, lokasinya tidak berapa jauh dari pusat administrasi kerajaan.

“Seingat saya, dulu istana itu masih ada di belakang panglong, bersisian dengan Jalan Dr. Kumpulan Pane dan masih terlihat dari persimpangan Jalan KF Tandean. Tapi sekarang entah ada lagi entah tidak,” tutur Amiruddin Damanik, yang mengaku sudah belasan tahun tidak ke kota (Tebing Tinggi).

Historis Kerajaan Padang ini,dapat dilacak juga melalui cerita lisan, bermula dari memerintahnya seorang penguasa bernama Raja Syah Bokar. Bersama raja ini ada beberapa pembantu raja yang dikenal cukup berpengaruh masa itu, mereka adalah Panglima Daud berkedudukan sebagai panglima perang dan Orang Kaya Bakir sebagai bendahara kerajaan.

Di bawah pengaruh raja ini, Kerajaan Padang memiliki daerah yang luas terdiri dari puluhan kampung dan dipimpin kepala kampung masing-masing. Tiap-tiap kampung merupakan daerah otonom tetapi tunduk pada kekuasaan Kerajaan Padang. Di sebelah utara, Kerajaan Padang berbatasan dengan perkebunan Rambutan yang dikuasai Belanda. Di sebelah selatan, Kerajaan Padang memiliki kampung-kampung yang menjadi batas wilayahnya dengan Kerajaan Raya, Simalungun. Kampung itu adalah Huta Padang dan Bartong –saat ini berada di Kec.Sipispis, Kabupaten Serdang Bedagei. Ke arah barat, kerajaan ini mencapai Kampung Pertapaan –sekarang masuk Kec. Dolok Masihul, Sergai. Demikian pula ke arah timur, kerajaan ini memiliki batas hingga ke Bandar Khalifah—sekarang Kec. Bandar Khalifah, Sergai.

Kerajaan Padang masa itu dihuni penduduk dari multi etnis, baik etnis lokal maupun dari mancanegara. Hingga kini bukti-bukti multi etnisitas itu terlihat dari penamaan kampung-kampung yang ada di Kota Tebing Tinggi., seperti, Kampung Jawa, Kampung Begelen, Kampung Rao, Kampung Mandailing, Kampung Tempel, Kampung Batak dan Kampung Keling. Penamaan kampung yang terakhir ini berlokasi di pinggiran sungai Padang –saat ini terletak di Kelurahan Tanjung Marulak—menginformasikan bahwa pada masa Kerajaan Padang wilayah itu sudah di huni salah satu suku bangsa dari anak benua India. Bukti arkeologis keberadaan etnis anak benua India itu dengan pernah ditemukannya bangkai sebuah perahu bergaya Hindu mengendap dari kedalaman sungai Padang di Desa Kuta Baru sekira lima tahun lalu. Namun sayang, bangkai kapal itu hancur karena tidak terawat.

Ekspedisi Kirim Mobil Tebing Tinggi – Demikian pula dengan keberadaan etnis Tionghoa telah ada seiring dengan perkembangan hubungan Kerajaan Padang dengan kerajaan lain. Etnis Tionghoa kala itu, banyak menghuni pinggiran muara sungai Bahilang. Kelompok mereka dipimpin seorang kapitan. “Hingga kini kalau saya tidak salah kediaman kapitan Cina iu masih ada di Jalan Iskandar Muda berhadapan dengan bekas bioskop Metro,” tegas orang tua yang enggan di panggil kakek itu.

Di samping kedua etnis ini, orang-orang Belanda juga belakangan menghuni Kerajaan Padang . Ini dibuktikan dengan adanya perkuburan mereka yang disebut Kerkof (kuburan) di Kampung Bagelen –sekarang di Jalan Cemara.

Beberapa kampung yang spesifik dari kegiatan penduduk kala itu juga masih terabadikan hingga kini, misalnya Kampung Bicara, Bandar Sono, Kampung Persiakan, Kampung Durian, Kampung Jati, Kampung Sawo, Kampung Kurnia, Kampung Jeruk, Kampung Semut, Kampung Tambangan, Kampung Sigiling dan Kampung Badak Bejuang serta beberapa kampung lainnya.[4]

Batas Kerajaan Padang
“Sebelum sampai Sipispis, ada satu kampung bernama Bartong, itulah batas wilayah terjauh Kerajaan Padang,” tegas tokoh sepuh itu yang pernah menjadi tahanan politik di awal Orde Baru. Batas itu diperoleh Kerajaan Padang setelah memenangkan pe perangan dengan Kerajaan Raya. “Perang itu bernama perang Lopot-Lopot, artinya perang intip-mengintip,” jelas penutur ini.

Asal terjadinya perang, ujar Amiruddin, bermula dari seringnya muncul gangguan yang kadang-kadang berakhir dengan pembunuhan dari orang-orang Kerajaan Raya terhadap masyarakat di sekitar Kampung Bulian. Akibatnya, karena ketakutan, penduduk Kampung Bulian banyak yang mengungsi hingga ke Bandar Sakti. Melihat keadaan ini, pasukan Kerajaan Padang kemudian membuat sebuah jembatan di atas sungai Kelembah. Maksudnya untuk mengontrol siapa saja orang-orang yang keluar-masuk ke ibu kota kerajaan.

Ternyata, dibuatnya jembatan itu membuat Kerajaan Raya tidak senang, sehingga mereka selalu saja mengganggu ketentraman warga di Kerajaan Padang. Menghadapi keadaan tidak tenteram itu, Raja Syah Bokar kemudian memerintahkan Panglima Daud untuk mengusir para pengacau itu. Dalam pengusiran itu, Panglima Daud melakukan penaklukan terhadap beberapa kampung lainnya, hingga kemudian panglima Kerajaan Padang ini menghentikan pengejaran di Kampung Bartong. Kampung inilah yang dijadikan batas Kerajaan Padang.

Usai peperangan, Kerajaan Padang harus menghadapi suatu masa pancaroba dalam bentuk perebutan kekuasaan. Dalam suatu acara perburuan di Bandar Khalifah, Raja Syah Bokar karena pengkhianatan panglimanya, mati terbunuh. Lalu, sepeninggal sang raja, kekuasaan dikendalikan oleh OK Bakir. Bendaharawan kerajaan ini menjalankan pemerintahan menunggu dua anak Raja Syah Bokar yang bernama Tengku Alamsyah dan Tengku Hasyim menamatkan sekolahnya di Batavia.

Ekspedisi Kirim Mobil Tebing Tinggi – Dalam catatan penutur, di saat jabatan di pangku OK Bakir inilah Kerajaan Padang kemudian takluk di bawah Kerajaan Deli yang otomatis menjadi taklukan Kolonial Belanda. Sebagai bukti ketundukan terhadap Kerajaan Deli, kerajaan induk ini kemudian mengirim salah seorang petingginya menjadi pemangku raja di Kerajaan Padang. Petinggi Kerajaan Deli itu bernama Tengku Jalal yang kemudian menjabat sebagai raja menanti keturunan raja yang wafat pulang dari tugas belajar.

Selesai menamatkan sekolah, kedua keturunan raja ini kemudian kembali ke Kerajaan Padang untuk melanjutkan tampuk kekuasaan. Pemegang tampuk kekuasaan pertama jatuh ke tangan anak tertua yakni Tengku Alamsyah. Baru kemudian diserahkan kepada anak lainnya yakni Tengku Hasyim. Di tangan Tengku Hasyim ini, gejolak menuntut kemerdekaan terhadap Kolonial Belanda menggemuruh. Sehingga akhirnya seluruh wilayah Kerajaan Padang melebur menjadi Tebing Tinggi dengan batas-batas yang ditentukan administrasi Kolonial Belanda. Batas-batas inilah yang hingga kini menjadi patok administrasi Kota Tebing Tinggi.

Akan halnya Datuk Bandar Kajum, berdasarkan pada penuturan historis lebih awal ini, diperkirakan sebagai salah seorang pemuka masyarakat di Kerajaan Padang. Dia, mendapatkan kehormatan dari penguasa Kerajaan Padang dengan gelar Datuk Punggawa karena kesertaannya dalam perang menghadapi Kerajaan Raya. Datuk Bandar Kajum pun kemudian diberikan tanah dan wewenang untuk membangun pemukiman yang kemudian disebut Kampung Tebing Tinggi.

Lalu, dari pelacakan akar historis Kota Tebing Tinggi pada masa lalu, setidaknya harapan masyarakat Kota Tebing Tinggi untuk melakukan pemekaran wilayah, sebenarnya memiliki momentum historisitas yang bisa jadi memiliki validitas kuat. Jika menggunakan data sejarah di atas—meski merupakan data lisan—sebenarnya wilayah Kota Tebing Tinggi sekarang ini lebih kecil dari wilayah Kerajaan Padang yang berpusat di kota itu. Ada puluhan desa dan kampung di hinterland yang dulunya merupakan wilayah Kerajaan Padang.

Namun karena keberadaan wilayah Tebing Tinggi ini hanya didasarkan pada data Kolonial Belanda, keadaannya menjadi riskan. Kota Tebing Tinggi sebagai ibu kota Kerajaan Padang harus kehilangan puluhan kampung yang dulunya merupakan bagian dari Kota Tebing Tinggi masa lalu itu. Penjajahan Kolonial Belanda telah merugikan Tebing Tinggi dalam soal administrasi kewilayahan. Sudah saatnya memang kita menagih kembali daerah Tebing Tinggi yang hilang berdasarkan wilayah Kerajaan Padang. Ayo bung, kita mekarkan Kota Tebing Tinggi berdasarkan data historis itu

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kota Tebing Tinggi

Berikut adalah daftar kecamatan dan kelurahan di Kota Tebing TinggiProvinsi Sumatra UtaraIndonesia. Kota Tebing Tinggi terdiri dari 5 kecamatan dan 35 kelurahan dengan luas wilayah mencapai 31,00 km² dan jumlah penduduk sekitar 174.323 jiwa (2017) dengan kepadatan penduduk 5.623 jiwa/km².[1][2]

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kota Tebing Tinggi, adalah sebagai berikut:

Kode
Kemendagri
KecamatanJumlah
Kelurahan
StatusDaftar
Desa/Kelurahan
12.76.04Bajenis7KelurahanBandar SaktiBeroholBulianDurianPinang MancungPelitaTeluk Karang
12.76.03Padang Hilir7KelurahanBagelenDamar SariDeblod SundoroSatriaTambanganTambangan HuluTebing Tinggi
12.76.01Padang Hulu7KelurahanBandar SonoLubuk BaruLubuk RayaPabatuPadang MerbauPersiakanTualang
12.76.02Rambutan7KelurahanKarya JayaLalangMekar SentosaRantau LabanSri PadangTanjung MarulakTanjung Marulak Hilir
12.76.05Tebing Tinggi Kota7KelurahanBadak BejuangBandar UtamaMandailingPasar BaruPasar GambirRambungTebing Tinggi Lama
TOTAL35
ekspedisi kirim mobil agam
ekspedisi kirim mobil dharmasraya
ekspedisi kirim mobil kepulauan mentawai
ekspedisi kirim mobil lima puluh

Ekspedisi Kirim Mobil Kata Ekspedisi tentu telah tidak asing lagi dalam kehidupan kita tiap hari. Terlebih pada era di mana nyaris seluruh orang memerlukan jasa pengiriman mobil . Kemudian, apa yang Kamu tahu tentang ekspedisi itu sendiri? Di mari hendak dibahas sebagian perihal tentang pengiriman mobil serta pula begaimana metode kerjanya.

Apa yang Diartikan Dengan Ekspedisi?

Ekspedisi Kirim Mobil Tebing Tinggi -
Ekspedisi Kirim Mobil Tebing Tinggi –

Apabila Kamu kerap melaksanakan transaksi ataupun jual beli online, ataupun bergelut pada bidang bisnis apa juga, telah ditentukan Kamu sudah mengenali apa yang diartikan ekspedisi. Sebutan tersebut pula sangat sering di dengar untuk sebagian orang yang melaksanakan bisnisnya di dunia pengiriman ataupun jasa antar mobil. Pengiriman tersebut dapat lewat sebagian jalan, baik itu lewat darat, air, serta pula udara.

KBBI( Kamus Besar Bahasa Indonesia) berkata kalau makna dari ekspedisi merupakan pengirimanmobil maupun industri yang bekerja pada bidiang pengangkutan mobil. Di samping itu, sebutan tersebut pula mempunyai makna“ ekspedisi” ataupun“ pengembaraan” di mana dalam perihal ini merujuk pada konteks kegiatan pemindahan mobil yang dicoba oleh seorang lewat pihak penyedia layanan tersebut mengarah ke alamat tujuan.

PT. GITEWAN SARANA TRANSINDO adalah Perusahaan Jasa Kirim Mobil Terpercaya. Berbasis Teknologi kami akan meramaikan dunia pengiriman khususnya mobil baru dan bekas. Percayakan pengiriman mobil pada kami. Kami akan melayani anda dengan sepenuh hati,,Terima Kasih atas Kepercayaan selama ini kepada para customer.

Ekspedisi Kirim Mobil

Di Indonesia sendiri, sebutan ini telah begitu membumi sebab pada masa saat ini banyak sekali orang yang melaksanakan transaksi secara tidak langsung( online)– yang hendak mengaitkan jasa antar mobil yang dibeli maupun dijual diberikan pada konsumen lewat jasa ekspedisi yang sediakan bermacam sarana dan opsi pengiriman mobil.

Tidak cuma itu, saat sebelum Mobil yang hendak dikirim hingga pada tujuannya, pengguna layanan tersebut hendak dikenai bayaran pengiriman mobil. Harga tersebut dapat bersumber pada tipe mobil yang dikirim, dimensi, ataupun berat yang sudah ditimbang cocok dengan prosedur yang sudah disepakati.

Sistem Kerja Ekspedisi dalam Pengiriman Mobil

Sistem Kerja Ekspedisi dalam Pengiriman Mobil
Sistem Kerja Ekspedisi dalam Pengiriman Mobil

Masing- masing jasa ekspedisi mempunyai perbandingan menimpa Standar Operasional prosedur ataupun SOP- nya sendiri- sendiri. Terdapat layanan jasa pengiriman yang sediakan prosedur yang simpel sehingga memudahkan penggunanya dalam pengiriman mobil.

Terdapat pula yang sediakan prosedur yang sangat ketat sehingga seluruh ketentuan serta syarat yang berlaku wajib betul- betul dipadati.

Biasanya, peraturan ataupun standar operasional yang ketat hendak membagikan jaminan kemanana pengiriman mobil yang lebih memuaskan. Sebab itu, selaku pengguna jasa pengiriman mobil, Kamu wajib memerhatikan sebagian perihal biar bisa memilah jasa ekspedisi secara pas.

Pada dasarnya, masing- masing penyedia jasa layanan antar mobil tersebut mempunyai sistem kerjanya tertentu. Berikut ini sebagian perihal yang mesti dicermati terpaut sistem kerja pengiriman mobil:

  1. Mobil

Perihal awal yang terdapat dalam sistem kerja eskpedisi pengiriman mobil merupakan mobil itu sendiri. tanpa terdapatnya mobil, aktivitas pemindahan mobil tidak hendak terlaksana.

Tidak hanya itu, butuh dicermati pula kalau mobil yang hendak Kamu kirim haruslah mobil yang diperbolehkan dalam pengirimannya secara sah. mobil ilegal serta mobil larangan tidak hendak diterima pihak penyedia layanan.

  1. Pengemasan mobil ( Packing)

Packing ataupun pengemasan mobil pula masuk ke dalam sistem kerja ekspedisi. Perihal ini dicoba buat tujuan menjamin keselamatan mobiltanpa terdapat kehancuran.

Terdapat sebagian mobil yang hendak jadi atensi spesial dalam perihal pengemasannya, semacam mobil rusak belah, mobil dalam wujud cairan maupun santapan yang bisa membusuk. Terdapat sebagian industri yang hendak menolak pengiriman mobil bila penggunanya tidak mengemasnya dengan baik.

  1. Pengurusan Dokumen serta Administrasinya

Pengurusan administrasi dokumen pula ialah bagian dari sistem kerja jasa pengiriman mobil. Administrasi dokumen di mari artinya merupakan kepengurusan Mengenai surat- surat administrasi bea cukai maupun pihak- pihak yang terpaut dengan ini seluruh. Jasa ekspedisi hendak berfungsi selaku pengurus kebutuhan administrasi yang dibutuhkan.

Ekspedisi Kirim Mobil Tebing Tinggi Ke

Ekspedisi Kirim Mobil Tebing Tinggi –

Ekspedisi Kirim Mobil Tebing Tinggi Ke – Aceh, Langsa, Lhokseumawe, Sabang, Subulussalam, Bali, Denpasar, Bangka Belitung, Pangkalpinang, Banten, Cilegon, Serang, Tangerang Selatan, Tangerang, Bengkulu, Gorontalo, Jakarta, Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Utara, Sungai Penuh, Jambi, Jawa Barat, Bandung, Bekasi, Bogor, Cimahi, Cirebon, Depok, Sukabumi, Tasikmalaya, Banjar, Jawa Tengah, Magelang, Pekalongan, Salatiga, Semarang, Surakarta, Tegal, Jawa Timur, Batu, Blitar, Kediri, Madiun, Malang, Mojokerto, Pasuruan, Probolinggo, Surabaya, Kalimantan Barat, Pontianak, Singkawang, Kalimantan Selatan, Banjarbaru, Banjarmasin, Kalimantan Tengah, Palangkaraya, Kalimantan Timur, Balikpapan, Bontang, Samarinda, Kalimantan Utara, Tarakan, Kepulauan Riau, Batam, Tanjungpinang, Lampung, Bandar Lampung, Metro, Maluku Utara, Ternate, Tidore Kepulauan, Maluku, Ambon, Tual, Nusa Tenggara Barat, Bima, Mataram, Nusa Tenggara Timur, Kupang, Papua Barat, Sorong, Papua, Jayapura, Riau, Dumai, Pekanbaru, Sulawesi Selatan, Makassar, Palopo, Parepare, Sulawesi Tengah, Palu, Sulawesi Tenggara, Bau-Bau, Kendari, Sulawesi Utara, Bitung, Kotamobagu, Manado, Tomohon, Sumatra Barat, Bukittinggi, Padang, Padangpanjang, Pariaman, Payakumbuh, Sawahlunto, Solok, Sumatra Selatan, Lubuklinggau, Pagaralam, Palembang, Prabumulih, Sumatra Utara, Binjai, Medan, Padang Sidempuan, Pematangsiantar, Sibolga, Tanjungbalai, Tebingtinggi, Yogyakarta,

Perbedaan Pengiriman Ekspedisi dan Pengiriman Cargo

Perbedaan Pengiriman Ekspedisi dan Pengiriman Cargo

Jasa pengiriman mobil ada dua istilah yaitu jasa ekspedisi dan pengiriman cargo. Sebenarnya tidak ada perbedaan antara keduanya, namun pandangan masyarakat terhadap jasa pengiriman ekspedisi dan pengiriman cargo seperti sudah ter-setting bahwa pengiriman ekspedisi adalah pengiriman mobil dalam skala kecil, sedangkan jasa pengiriman cargo adalah pengiriman mobil dalam jumlah dan skala yang besar. Fungsi keduanya dapat dikatakan sama yaitu mendistribusikan mobil atau paket ke alamat tujuan.

Fasilitas atau layanan Jasa Kirim Kami Menggunakan

  • Selft Driver – adalah Jasa pengiriman menggunakan supir. Mobil anda di kendari supir dari lokasi penjemputan sampai lokasi tujuan dinamakan juga Dor to Dor
  • Towing – Kendaraan atau mobil anda di naikan ke atas truk towing kami seperti gendong mobil. Layanan ini cukup mahal tapi sangat aman dan cepat. layanan towing kami juga sudah dor to dor, diambil dari lokasi awal sampai lokasi tujuan
  • Car Carrier – Layanan ini aman dan murah tapi memerlukan waktu agak lama karena harus menunggu 6 mobil baru truk Car Carrier kita jalan
  • Kapal – Layanan ini biasanya di gunakan untuk mengirim mobil antar pulau atau antar provinsi di darat nya bisa di driver, towing atau car carrier anda tinggal pilih menggunakan yang mana. tergantung kondisi, waktu dan mobil anda sendiri.

Catatan :

  • Harga belum termasuk pajak
  • Semua layanan door to door dalam kota
  • Pengiriman Mobil Mewah (BMW, Mercedes benz, Lainnya), Mobil Truk CDD, Fuso, Tronton, & Alat Berat silahkan menghubungi CS kami.
  • Estimasi dihitung dari truk, kapal, mobil berangkat

Istilah dalam Dunia Ekspedisi

Ekspedisi Kirim Mobil – Dalam kegiatan logistik terdapat beberapa istilah yang biasa digunakan para pelaku bisnis ekspedisi. Berikut telah kami rangkumkan beberapa istilah dalam kegiatan logistik diantaranya adalah;

  • Shipper : atau biasa lebih dikenal dengan pengirim barang. Pada dokumen-dokumen yang dilampirkan seperti : BL (Bill of Lading), Packing List, Commercial Invoice, dll. Nama dan alamat lengkap Shipper harus tertulis dengan jelas.
  • Consignee : atau lebih dikenal dengan penerima barang. Sama seperti shipper, nama dan alamat lengkap consignee harus tertulis jelas, pada dokumen-dokumen seperti ; BL (Bill of Lading, Packing List, Commercial Invoice, dll
  • Vessel : Kapal
  • Voy (Voyage) : Nomor keberangkatan kapal.
  • Descriptions of goods : Deskripsi barang terdapat pada packing list (lengkap) dan Bill of Lading.
  • G.W (Gross Weight) : Berat kotor dari barang dan kemasan barang itu sendiri. Contoh berat barang 2 Kgs dan berat kemasannya 0,5 Kgs maka G.W : 2,5 Kgs.
  • N.W (Net Weight) : Berat bersih barang sebelum di kemas
  • LCL (Less than Container Load) : pengiriman barang yang kapasitasnya dibawah standar kapasitas muat kontainer.
  • FCL (Full Container Loaded) : Pengiriman barang dengan menggunakan kontainer.
  • CY : Container Yard yaitu mode pengiriman dari tempat penumpukan petikemas.
  • DOOR : Alamat gudang atau lokasi asal serta lokasi pengambilan barang yang akan dikirim.
  • ETD (Estimation Time of Departure) : adalah perkiraan waktu keberangkatan kapal.
  • ETA (Estimation Time of Arrival) : adalah perkiraan waktu kedatangan kapal.
  • B/L (Bill of Lading) : adalah Konosemen atau bukti pengiriman barang dan pengambilan barang.
  • P.O.L (Port Of Loading) : adalah pelabuhan muat.
  • P.O.D (Port Of Discharge) : adalah pelabuhan bongkar.
  • UTPK : adalah Unit Tempat Penumpukan Peti Kemas.
  • DEPO : Tempat penumpukan container kosong.
  • O/S (Open Stack) : adalah waktu dibukanya kontainer/ barang boleh ditempatkan di warehouse atau UTPK.
  • C/T (Closing Time) adalah waktu ditutupnya pemasukan/ penumpukan barang di warehouse atau UTPK.
  • DO (Delivery Order) : adalah surat yang diterbitkan pihak shipping atau forwarder kepada shipper sebagai bukti pengambilan kontainer kosong.
  • Stuffing : adalah proses pemuatan barang ke dalam kontainer.
  • Stripping: adalah proses bongkar muat barang dari kontainer.
  • Part of Shipment : adalah pengiriman barang yang menggunakan 1 kontainer, dimana dalam kontainer tersebut terdiri dari beberapa nama shipper namun dengan tujuan satu consignee.
  • Dry Container : adalah standar kontainer yang digunakan untuk mengangkut barang-barang biasa. Seperti : besi, sembako, keramik, cat, furniture, dan bahan bangunan.
  • Reefer Container : adalah jenis kontainer yang memiliki pengatur suhu dingin. Biasanya digunakan untuk pengiriman produk yang makanan frozen dan makanan hidup seperti ; ikan, buah-buahan, sayur-sayuran. dll
  • Nah itulah beberapa penjelasan yang dapat kami sampaikan mengenai pengertian dari ekspedisi dan istilah-istilah yang biasa digunakan dalam prosesnya.

Adanya jasa ekspedisi pengiriman barang memegang peran penting bagi masyarakat Indonesia. Kebutuhan akan jasa pengiriman barang saat ini sangat besar, mulai dari perusahaan atau pabrik juga industri kecil, bisnis online, dan bisnis UMKM semua memiliki kebutuhan jasa pengiriman barang.

Jika anda membutuhkan jasa ekspedisi pengiriman anda bisa menggunakan Prahu-Hub. Prahu-Hub terhubung dengan penyedia jasa pengiriman terpercaya dan berpengalaman di seluruh Indonesia. Dapatkan informasi berbagai rute pengiriman antar pulau berikut jadwal dan harga yang transparan untuk selalu membantu kelancaran bisnis Anda. Sumber Mrizky

Apa Sih Kata atau Kalimat yang sering di cari di google

Untuk menaikan rangking Google dalam bisnis Jasa Pengiriman Mobil diharuskan analisa dulu kata yang sering di cari di google. Berikut analisa dari google planner untuk keyword ” Jasa Kirim Mobil “

Kata yang sering di cari di google

Jasa , Pengiriman , Kirim , Mobil , Cargo , Ekspedisi , Harga , Murah , Online , Via Pos , Aman , Pulau , Syarat , Antar , Ekspedisi Kirim Mobil , Pengalaman , Biaya , Cara , Dari , Ke , Bekas , Baru , Pelni , Kantor , Pesawat , Kapal Laut , JNE , Luar Negri , Kota , Ongkos , Towing , Self Driver , Car Carrier , Kontainer , Kapal Roro , Kapal , Kereta Api , Via Laut , Terbaik , TIKI , Truk , Terpercaya , Angkut , Cek Harga , Paket , Cara , Mengirim , Tarif , Kendaraan , Motor , Ongkir , Jasa Derek Mobil , Jasa Towing , Jasa Supir

Link Terkait Jasa Kirim Mobil

Baca Juga

Terima kasih banyak sudah menyempatkan baca artikel ini. Jika ada pertanyaan lain silakan langsung saja di chat lewat WhatsApp, Telegram dan yang lainnya. Semoga kita selalu di berikan kesehatan di zaman pendemi Covid 19 . Aamiin.. Salam dari kami PT. GITEWAN SARANA TRANSINDO

Jasa Kirim Mobil Logo
Ekspedisi Kirim Mobil Tebing Tinggi –

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Style switcher Reset
Body styles
Custom Color
Main color
Accent color
Background image
Patterns
×
× CEK HARGA